Thursday, 13 December 2018 : 0:03

Rekomtek

Rekomendasi Teknis (Rekomtek)

Permasalahan pengelolaan Sumber Daya Air khususnya dalam pemanfaatan Sumber Daya Air sangat beragam, misalnya saja penggunaan air tanpa izin, kerusakan sumber air akibat kegiatan penambangan liar dan pemanfaatan lahan yang tidak memiliki izin serta masih banyak kegiatan lain yang tidak memiliki izin yang ke depannya dapat merusak kelestarian sumber daya air.

Menilik dari keadaan dan permasalahan tersebut, maka perlu adanya penertiban dalam penggunaan dan pemanfaatan air atau sumber air, pemanfaatan lahan serta pelaksanaan konstruksi pada sumber daya air melalui usaha perizinan pengelolaan sumber daya air. Saat ini terdapat berbagai macam kebutuhan dalam pemanfaatan, pengembangan dan pengusahaan Sumber Daya Air baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat/swasta. Untuk itu diperlukan sebuah mekanisme perizinan dalam pengendalian pemanfaatan tersebut.
Dalam mekanisme perizinan harus dilengkapi dengan suatu rekomendasi teknis. Rekomendasi teknis dapat diartikan sebagai pertimbangan yang diberikan oleh badan atau pejabat yang berwenang untuk digunakan dalam penerbitan atau pemberian izin pada suatu bidang tertentu. Rekomendasi teknis merupakan instrumen yang cukup penting dalam soal perizinan, karena rekomendasi teknis diberikan oleh badan atau jabatan yang mempunyai kompetensi dan kapasitas khusus di bidang tertentu.

Pemberi rekomendasi teknis dalam perizinan pengelolaan sumber daya air adalah pengelola Sumber Daya Air. Sebagai instansi yang memiliki tugas untuk melaksanakan pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Wilayah Sungai di Lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, salah satu fungsi Balai/Balai Besar Wilayah Sungai adalah menyiapkan rekomendasi teknik terkait pemberian izin atas penyediaan, peruntukan, penggunaan dan pengusahaan sumber daya air di wilayah kerjanya masing-masing. Rekomendasi tersebut diperlukan sebagai bahan pertimbangan untuk mengeluarkan izin yang diajukan oleh pihak pemohon baik yang diajukan kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Rekomtek Dalam Rangka Pengusahaan Sumber Daya Air

A.    Pengusahaan Sumber Daya Air Sebagai Media
1.    transportasi dan arung jeram;
2.    pembangkit tenaga listrik;
3.    transportasi;
4.    olahraga;
5.    pariwisata; atau
6.    perikanan budi daya pada sumber air.

B.    Pengusahaan Air dan Daya Air Sebagai Materi
1.    pengusahaan air baku sebagai bahan baku produksi;
2.    usaha industri;
3.    usaha makanan;
4.    usaha perhotelan;
5.    usaha perkebunan;
6.    usaha air minum oleh Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah;
7.    usaha air minum dalam kemasan; atau
8.    kegiatan usaha lain

C.    Pengusahaan Air, Sumber Air dan/atau Daya Air Sebagai Media dan Materi
1.    eksplorasi, eksploitasi, dan pemurnian bahan tambang dari sumber air;
2.    pemanfaatan ruang sumber air untuk kegiatan konstruksi bendungan dan bendung.

Rekomtek Dalam Rangka Penggunaan Sumber Daya Air

Yang dimaksud dengan Penggunaan Sumber Daya Air adalah menggunakan Sumber Daya Air Permukaan untuk melakukan kegiatan bukan usaha.

Penggunaan sumber daya air, diberikan untuk jenis kegiatan:

  1. Pemenuhan kebutuhan pokok kehidupan sehari-hari bagi kelompok yang memerlukan air dalam jumlah besar;
  2. Pemenuhan air irigasi untuk petani atau kelompok petani bagi pertanian rakyat di dalam sistem irigasi yang sudah ada yang dilakukan dengan cara mengubah kondisi alami sumber air;
  3. Pemenuhan air irigasi untuk petani atau perkumpulan petani pemakai air bagi pertanian rakyat di luar sistem irigasi yang sudah ada; dan
  4. Kegiatan bukan usaha untuk kepentingan publik irigasi
  5. Pemanfaatan ruang pada sumber air berupa konstruksi jembatan, tanggul, dermaga, jaringan perpipaan, dan jaringan kabel listrik/telepon, dan prasarana sumber daya air;
  6. Tempat budi daya pertanian semusim atau budi daya ikan pada bantaran sungai;
  7. Tempat budi daya tanaman tahunan pada sabuk hijau danau, embung, dan waduk;
  8. Pemanfaatan bantaran dan/atau sempadan sungai untuk kegiatan konstruksi antara lain jembatan, dermaga, jaringan atau rentangan pipa air minum, jaringan kabel listrik, dan prasarana sumber daya air; atau
  9. Pemanfaatan sempadan danau dan badan danau untuk kegiatan konstruksi antara lain dermaga, jaringan atau rentangan pipa air minum, jaringan kabel listrik, dan prasarana sumber daya air.

Padang 2016 © Balai Wilayah Sungai Sumatera V